Minggu, 19 September 2010

Daya Saing Pendidikan Indonesia Naik


Jumat, 17 September 2010 | 22:04 WIB
KOMPAS/ENY PRIHTIYANI
Mendiknas mengatakan, bobot atau persentase pendidikan karakter perlu mendapatkan perhatian khusus mulai jenjang pra sekolah sampai perguruan tinggi.
TERKAIT:
JAKARTA, KOMPAS.com - Daya saing pendidikan dasar dan tinggi Indonesia secara global pada tahun ini meningkat. Pencapaian ini diharapkan akan terus mendorong peningkatan kondisi dan kualitas pendidikan yang dapat semakin meningkatkan daya saing bangsa dalam kancah internasional.
Tetapi kita jangan terlalu senang-senang dulu dengan hasil ini.
-- M Nuh
Laporan dalam The Global Competitiveness Report 2010-2011 yang dilucurkan Forum Ekonomi Dunia pekan lalu menyebutkan, indeks daya saing global atau global competitiveness index (GCI) Indonesia meningkat. Pada tahun ini, GCI Indonesia berada di posisi ke-44 dari 139 negara, sedangkan tahun lalu di peringkat ke-54 dari 133 negara.
Adapun sejumlah negara tetangga Indonesia berada pada peringkat yang lebih baik. Singapura berada di posisi ke-3, Malaysia di posisi ke-26, Brunei Darussalam di peringkat ke-28, dan Thailand di posisi ke-38.
Perbaikan peringkat GCI Indonesia itu terutama disebabkan oleh kondisi makro ekonomi yang lebih sehat. Selain itu, indikator-indikator pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan tinggi juga lebih baik.
"Pendidikan berkontribusi untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Tetapi kita jangan terlalu senang-senang dulu dengan hasil ini. Tetap mesti bekerja keras untuk menjaga dan meningkatkan kemajuan di bidang pendidikan," kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Jakarta, Jumat (17/9/2010).
Indikator pendidikan dasar Indonesia meningkat untuk kualitas pendidikan dasar (dari posisi 58 ke 55), dan partisipasi pendidikan dasar (dari 56 ke 52). Terdongkraknya daya saing global Indonesia juga didorong pendidikan tinggi dan pelatihan untuk indikator partisipasi pendidikan tinggi, kualitas sistem pendidikan, kualitas matematika dan sains, akses internet di sekolah, dan pelatihan staf.
Peningkatan di bidang inovasi didorong kerja sama penelitian industri-perguruan tinggi yang semakin baik. Kolaborasi universitas-industri Indonesia berada di peringkat 26.
Di tengah perbaikan indikator pendidikan itu, beberapa indikator lainnya yang juga penting justru menurun. Penurunan itu terjadi pada indikator partisipasi pendidikan menengah, kualitas sekolah manajemen, kualitas lembaga penelitian, serta ketersediaan lembaga penelitian dan pelatihan di tingkat lokal.

Selasa, 14 September 2010

Stisipol Kembali Dikukuhkan


PDFCetakE-mail
Selasa, 14 September 2010 09:39 (harian batam pos)
TANJUNGPINANG(BP)— Setelah ”bercerai” dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH),
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang akhirnya
kembali berdiri sendiri menyusul terbitnya SK Mendiknas No 132/D/O/2010 tanggal
7 September 2010 yang ditandatangani Dirjen Dikti, Djoko Santoso. Berdasarkan SK
Mendiknas tersebut, Stisipol memiliki tiga program studi, yaitu Ilmu Administrasi
Negara, Ilmu Pemerintahan dan Sosiologi.

Terkait dengan pengukuhan kembali Stisipol Raja Haji Tanjungpinang itu, Koordinator
Kopertis X Sumbar, Riau, Jambi Kepri, Prof DR H Elfindri, SE,MA
mengharapkan Stisipol dapat lebih berkembang dan menjadi semakin baik ke
depannya. Hal ini bisa dilakukan dan tergantung dari para dosennya, dari
proses belajar mengajarnya dan lainnya.  Menjawab pertanyaan tentang belum
berhasilnya perjuangan UMRAH menjadi perguruan tinggi negeri (PTN), Elfindri
mengatakan, untuk menjadi PTN banyak persyaratannya dan mungkin ada
persyaratan yang belum dilengkapi. Untuk itu harus ada upaya yang lebih
keras dan meyakinkan supaya bisa menjadi PTN.

Dalam kesempatan terpisah Ketua Stisipol Raja Haji, Zamzami A Karim MA
mengaku sangat berbahagia atas terbitnya SK Mendiknas yang mengukuhkan
kembali tegaknya Stisipol sebagai perguruan tinggi swasta yang mandiri
di Tanjungpinang. Setelah kembali berdiri sendiri, mereka akan berupaya
lebih keras dan berencana untuk membuka program studi baru yang sebelumnya
sudah dirancang yaitu program studi Ilmu Administrasi Niaga dan Ilmu Komunikasi.

Kedua program studi tersebut sebelumnya sudah pernah dirancang, namun
urung dilakukan menyusul bergabungnya Stisipol dengan Politeknik Batam yang
kemudian melahirkan UMRAH. Sebagai salah satu perguruan tinggi tertua di Kepri,
Stisipol kini memiliki sekitar 40-an orang dosen yang nyaris seluruhnya sudah
berstatus master atau S2.
Selain itu, seorang di antaranya sudah S3, yakni DR yaitu Suhardi Mukhlis
dan 3 orang lainnya lagi sedang menyelesaikan S3.  ‘’Peningkatkan kualitas
dosen menjadi salah satu prioritas yang kita laksanakan dan akan terus
dilaksanakan. Apalagi setelah dikukuhkan kembali oleh Mendiknas, pengukuhan
ini sangat kita syukuri namun menjadi tantangan agar kita berupaya lebih keras.
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kepri,” kata Zamzami A Karim.

Ditambahkannya, saat ini Stisipol memiliki sekitar 1500-an orang mahasiswa dan
sekitar 600-an orang alumni. Umumnya, alumni Stisipol berkarir di pemerintahan
dan sejumlah diantaranya sekarang menduduki jabatan struktural yang strategis.
Mulai dari lurah, camat, kepala dinas, asisten dan lain-lain.  Salah seorang
mahasiswa Stisipol Raja Haji, Indra menyambut gembira pengukuhan kembali
Stisipol sebagai perguruan tinggi swasta yang berdiri sendiri. Dia yakin, kampusnya
akan berkembang lagi.  (git)

Naikkan Insentif Guru Non PNS


PDFCetakE-mail
Selasa, 14 September 2010 13:44 


batampos.co.id - Kemendiknas mengusulkan kenaikan tunjangan fungsional guru non-PNS

(pegawai negeri sipil) dan pengajar yang bertugas di daerah terpencil dalam APBN 2011. 
Kenaikan tersebut diusulkan sebesar 36 persen dan 63 persen dari tunjangan fungsional
yang diberikan tahun ini.

Mendiknas M. Nuh menyebut kenaikan tunjangan itu diusulkan untuk memenuhi kesejahteraan 
guru non-PNS yang sudah mendapatkan sertifikat atau lulus sertifikasi. Tunjangan mereka yang
semula Rp 220 ribu setiap bulan akan naik menjadi Rp 300 ribu atau sekitar 36 persen. 
"(Kenaikan) itu kini kami usulkan di DPR untuk anggaran tahun depan," ujarnya kemarin (13/9).

Untuk guru yang bertugas di daerah terpencil, papar Nuh, akan diusulkan kenaikan tunjangan
fungsional hingga 63 persen. Tahun ini tunjangan tersebut sebesar Rp 1,35 juta dan akan 
ditingkatkan menjadi Rp 2,2 juta setiap bulan per pendidik. "Para guru yang bertugas di daerah 
perbatasan dan daerah khusus juga akan diberi kenaikan tunjangan," tuturnya.

Nuh menilai tunjangan guru di daerah terpencil memang pantas dinaikkan lebih dari 50 persen.
Tujuannya, memeratakan jumlah pendidik yang bertugas di daerah dan ibu kota. "Sebab, masih
banyak guru yang nggak mau dipindah ke daerah terpencil," ucap mantan rektor ITS Surabaya itu.

Kebutuhan guru, lanjut dia, juga akan dipenuhi dengan menjaring 5 ribu calon pendidik berkualitas
melalui rintisan profesi guru dengan pola ikatan dinas. "Nanti kami ambil dari mahasiswa dan
lulusan baru perguruan tinggi (PT)," ungkap dia. (nuq/c11/dwi/jpnn)

Kamis, 12 Agustus 2010

AMAL BAIK

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, akan tetapi untuk menjadi orang bermanfaat perlu usaha keras, maka kalau cita-cita kita ingin menjadi orang bermanfaat (sukses) gunakanlah peluang (waktu luang, kesehatan, umur muda, dan hidup) dengan sebaik mungkin tanpa menunggu hari esok. Berbuatlah selama perbuatan itu tidak melanggar atau merugikan orang , akan tetapi mendatangkan manfaat yang besar pada diri kita dan orang lain. Jangan perduli dengan kata-kata yang melemahkan kita, teruslah bertindak dan tunjukkan bahwa kita bisa berhasil !!!! hidup adalah pilihan.

Minggu, 08 Agustus 2010

Syukuran Menyambut Ramadhan dan Ultah SMKN1 Ke-54

Hari ini, Senin 9 Agustus 2010 keluarga besar SMK Negeri 1 Tanjungpinang mengadakan syukuran menyambut bulan Suci Ramadhan dan peringatan Ultah SMKN1 Tanjungpinang yang ke-54.  Acara di hadiri oleh pensiunan  guru dan kepala sekolah, pengawas, dan kepala dinas. Pada kesempatan itu juga ada pemberian kenang-kenangan kepada pensiunan guru dan kepala sekolah.

Selasa, 03 Agustus 2010

Marhaban Ya Ramadhan

Seperti tahun sebelumnya, bahwa aktivitas sekolah selama bulan puasa tetap seperti biasa.  Menyambut bulan puasa, hari pertama dan kedua libur.  Hari ketiga sampai dengan keenam pelaksanaan kegiatan pesanteren kilat.
Proses belajar mengajar selama bulan puasa, setiap satu jam pelajaran dikurangi sepuluh menit.  Menyambut lebaran, tiga hari menjelang dan tiga hari setelah lebaran libur bersama.  Selamat menyambut bulan Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan batin.