Selasa, 14 September 2010

Naikkan Insentif Guru Non PNS


PDFCetakE-mail
Selasa, 14 September 2010 13:44 


batampos.co.id - Kemendiknas mengusulkan kenaikan tunjangan fungsional guru non-PNS

(pegawai negeri sipil) dan pengajar yang bertugas di daerah terpencil dalam APBN 2011. 
Kenaikan tersebut diusulkan sebesar 36 persen dan 63 persen dari tunjangan fungsional
yang diberikan tahun ini.

Mendiknas M. Nuh menyebut kenaikan tunjangan itu diusulkan untuk memenuhi kesejahteraan 
guru non-PNS yang sudah mendapatkan sertifikat atau lulus sertifikasi. Tunjangan mereka yang
semula Rp 220 ribu setiap bulan akan naik menjadi Rp 300 ribu atau sekitar 36 persen. 
"(Kenaikan) itu kini kami usulkan di DPR untuk anggaran tahun depan," ujarnya kemarin (13/9).

Untuk guru yang bertugas di daerah terpencil, papar Nuh, akan diusulkan kenaikan tunjangan
fungsional hingga 63 persen. Tahun ini tunjangan tersebut sebesar Rp 1,35 juta dan akan 
ditingkatkan menjadi Rp 2,2 juta setiap bulan per pendidik. "Para guru yang bertugas di daerah 
perbatasan dan daerah khusus juga akan diberi kenaikan tunjangan," tuturnya.

Nuh menilai tunjangan guru di daerah terpencil memang pantas dinaikkan lebih dari 50 persen.
Tujuannya, memeratakan jumlah pendidik yang bertugas di daerah dan ibu kota. "Sebab, masih
banyak guru yang nggak mau dipindah ke daerah terpencil," ucap mantan rektor ITS Surabaya itu.

Kebutuhan guru, lanjut dia, juga akan dipenuhi dengan menjaring 5 ribu calon pendidik berkualitas
melalui rintisan profesi guru dengan pola ikatan dinas. "Nanti kami ambil dari mahasiswa dan
lulusan baru perguruan tinggi (PT)," ungkap dia. (nuq/c11/dwi/jpnn)

Kamis, 12 Agustus 2010

AMAL BAIK

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, akan tetapi untuk menjadi orang bermanfaat perlu usaha keras, maka kalau cita-cita kita ingin menjadi orang bermanfaat (sukses) gunakanlah peluang (waktu luang, kesehatan, umur muda, dan hidup) dengan sebaik mungkin tanpa menunggu hari esok. Berbuatlah selama perbuatan itu tidak melanggar atau merugikan orang , akan tetapi mendatangkan manfaat yang besar pada diri kita dan orang lain. Jangan perduli dengan kata-kata yang melemahkan kita, teruslah bertindak dan tunjukkan bahwa kita bisa berhasil !!!! hidup adalah pilihan.

Minggu, 08 Agustus 2010

Syukuran Menyambut Ramadhan dan Ultah SMKN1 Ke-54

Hari ini, Senin 9 Agustus 2010 keluarga besar SMK Negeri 1 Tanjungpinang mengadakan syukuran menyambut bulan Suci Ramadhan dan peringatan Ultah SMKN1 Tanjungpinang yang ke-54.  Acara di hadiri oleh pensiunan  guru dan kepala sekolah, pengawas, dan kepala dinas. Pada kesempatan itu juga ada pemberian kenang-kenangan kepada pensiunan guru dan kepala sekolah.

Selasa, 03 Agustus 2010

Marhaban Ya Ramadhan

Seperti tahun sebelumnya, bahwa aktivitas sekolah selama bulan puasa tetap seperti biasa.  Menyambut bulan puasa, hari pertama dan kedua libur.  Hari ketiga sampai dengan keenam pelaksanaan kegiatan pesanteren kilat.
Proses belajar mengajar selama bulan puasa, setiap satu jam pelajaran dikurangi sepuluh menit.  Menyambut lebaran, tiga hari menjelang dan tiga hari setelah lebaran libur bersama.  Selamat menyambut bulan Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan batin.

Senin, 26 Juli 2010

GERAK JALAN

Sudah merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota  Tanjungpinang, bahwa dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI salah satu agenda adalah lomba gerak jalan 45km (putra/putri), 17 km (putra), 8 km (putri). Untuk tahun ini, khusus gerak jalan 17 km akan masuk dalam Rekor MURI dengan jumlah terbanyak (1000 regu).

Dalam rangka menyukseskan kegiatan tersebut, Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran mengikutsertakan 3 (tiga) regu. Alhamdulillah,  walaupun cuaca tidak mendukung, hujan, gerimis dari pukul 06.00 s.d 15.00 namun semua peserta sampai di garis finish dengan lengkap dan selamat.  Merdeka………merdeka………merdeka.

Jumat, 09 Juli 2010

MINAT KE SEKOLAH SWASTA MASIH MINIM

Antusias masyarakat agar  anak-anak mereka dapat diterima di sekolah negeri sangat tinggi.  Hal itu dikarenakan biaya sekolah di negeri yang lebih murah, padahal tidak semua biaya pendidikan di sekolah swasta mahal.  Faktor lain juga karena anggapan masyarakat bahwa sekolah negeri lebih berkualitas dibandingkan swasta.
 
Kita ketahui, bahwa daya tampung sekolah negeri memang masih kurang.  Di sinilah diharapkan peran sekolah swasta agar dapat membantu pemerintah.  Dengan menekan biaya sekolah yang rendah tetapi tetap mengedepankan mutu pendidikan, maka sekolah swasta bisa menjadi pilihan siswa.

Ke depan, diharapkan kepada orang tua tidak memaksakan anak-anak mereka harus diterima di sekolah negeri, karena sejumlah sekolah swasta juga memiliki kualitas pendidikan yang baik dan biaya sekolah tidak begitu mahal.